pojok kiri atas bengkok kiri atas       bengkok kanan atas pojok kanan atas
1  
banner
 
 
menu
  Kebijakan  
Analisis
Potensi
Peraturan Perundangan
limit
 
  Peranan & Kontribusi Perekonomian Wilayah Provinsi Papua Barat dalam konteks Nasional  
  Pada tahun 2005, nilai PDRB Provinsi Papua Barat menempati ranking ke 29 dari 33 Provinsi di Indonesia dan menyumbang sekitar 0,29% PDRB Nasional. Angka ini menunjukkan, orientasi untuk meningkatkan perekonomian dapat dikatakan masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi wilayah ini.  
     
  Struktur Ekonomi Wilayah Provinsi Papua Barat  
  Berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku, PDRB Provinsi Papua Barat mencapai 8,94 triliun rupiah. Nilai PDRB Papua Barat atas dasar harga konstan juga menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Hal ini berarti bahwa peningkatan PDRB di Papua Barat bukan hanya karena dampak inflasi namun menunjukkan kenaikan produksi yang nyata.  
     
  Tinjauan Ekonomi Sektoral  
  Tinjauan ekonomi sektoral berusaha melihat ekonomi wilayah Papua Barat dilihat dari 3 kelompok sektor utama yaitu sektor primer, sekunder, dan tersier. Pembagian ke dalam ketiga sektor tersebut didasarkan pada asal terjadinya proses produksi. Kelompok sektor primer terdiri dari sektor pertanian dan sektor pertambangan penggalian. Sektor sekunder terdiri dari sektor industri pengolahan, listrik dan air minum serta sektor bangunan. Sementara itu sektor-sektor yang termasuk dalam kelompok sektor tersier adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, dan sektor jasa-jasa.  
     
  Pendapatan per Kapita  
  Pendapatan per kapita merupakan salah satu indikator tingkat kemakmuran ekonomi suatu wilayah. Pendapatan per kapita diperoleh dari hasil pendapatan dibagi dengan jumlah penduduk.
PDRB per kapita Papua Barat menunjukkan peningkatan antara tahun 2003-2006 dilihat dari PDRB atas dasar harga berlaku. Jika dilihat atas dasar harga konstan, PDRB per kapita mengalami kenaikan hingga tahun 2005, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2006. Sempat turunnya PDRB atas dasar harga konstan dipengaruhi oleh tingginya pertumbuhan penduduk dibandingkan dengan pertumbuhan PDRB.
 
     
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Potensi, Masalah & Prospek Pengembangan Wilayah Konsep, Kebijakan & Strategi Penataan Ruang Rencana Struktur
Ruang Wilayah
Rencana Pola
Ruang Wilayah
Penetapan Kawasan Strategis Arahan Pemanfaatan Ruang Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kelembagaan & Peran
Serta Masyarakat

 
 
 
ndas
 

Profil Wilayah Provinsi:
1. Aspek Fisik Dasar
2. Penggunaan Lahan
3. Struktur Tata Ruang Existing
4. Aspek Sosial Kependudukan
5. Aspek Ekonomi Wilayah
6. Aspek Transportasi Wilayah

 
garis
 
     
     
 
kop
  Anda berkunjung di web ini pada Hari:  
dengan IP: 23.22.173.58
dengan browser: CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
 
 
garis
 
     
 
 
   
     
  Copyright © 2009 by Novatech. All Rights Reserved